Sopan Santuk Kidz Zaman Now, Masih Adakah?


Seiring dengan berkembangnya zaman, aspek-aspek kehidupan pasti akan mengalami perubahan. Khususnya pada remaja yang notabene-nya sedang mencari jati diri dan mudah menerima perubahan dari luar. Perubahan tersebut dapat bernilai positif atau negatif. Tetapi seperti yang kita ketahui, stigma masyarakat tentang perubahan yang terjadi lebih condong ke arah negatif. Khususnya dari segi etika atau sikap.

Akhir-akhir ini kami sering menemukan komentar masyarakat yang mengeluhkan etika/sikap remaja di zaman sekarang. Tak jarang yang berpendapat bahwa sopan santun anak zaman sekarang mulai mengalami kemunduran. Khususnya terhadap orang yang lebih tua. Memang tidak dapat dipungkiri, semakin kencangnya arus globalisasi membuat kita dengan sangat mudah mengadaptasi atau mengakses budaya dari luar. Yang tanpa disadari melunturkan budaya yang sudah ada sejak dahulu.  Walaupun memang benar sopan santun di kebanyakan remaja zaman sekarang mulai memudar. Tetapi kita tidak bisa memukul rata bahwa semua remaja di zaman sekarang berperilaku seperti itu.

Selain itu kami rasa perilaku tidak baik yang dilabelkan di remaja saat ini sebenarnya sudah terjadi juga di remaja zaman dahulu. Namun terbatasnya akses dengan dunia luar (media sosial) pada remaja zaman dahulu membuat berita-berita tersebut tidak sampai ke khalayak ramai. Sedangkan pada remaja zaman sekarang, sangat mudah sekali untuk memposting suatu hal.

Dan banyak remaja sekarang yang belum bijak menggunakan sosial media. Mereka masih kurang aware akan bahaya sosial media yang apabila tidak digunakan dengan baik dapat meninggalkan jejak digital yang malah merugikan diri sendiri untuk kedepannya.

Masa remaja memang merupakan masa yang rentan, karena pada masa ini remaja sedang gencar-gencarnya mencari jati diri. Sehingga, apabila tidak dibimbing dan dikelilingi oleh lingkungan yang tepat maka kemungkinan akan terbawa arus yang negatif sangat besar. Apalagi dengan banyaknya budaya luar yang masuk dan tak jarang bertentangan dengan budaya di Indonesia. Sebagai remaja yang sedang mencari jati diri, etika hendaknya tetap dinomorsatukan.

 Karena itu merupakan kunci utama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Tentunya sikap yang diambil disesuaikan dengan lawan bicara kita. Walau batas toleransi setiap orang akan kesopanan berbeda-beda, tetapi kita tetap harus ingat dasar-dasar sopan santun dan terus berusaha untuk berbuat baik kepada siapapun.

Nama Anggota Kelompok :

1.Dony Mahendra (01)

2.Felicia Elvaretta (05)

3.Firnanda Setya D (08)

4.Kharisma Fitria (14)

5.Meilia Isma Savinka (28)

6.Sultan Alit W (36) 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kidult, fenomena yang bikin orang dewasa bagi industri mainan

Mengobati Anak Kecanduan Gadget